Fantech WGP13S Layout Tombol yang Familiar

Pernah memakai gamepad yang awalnya terasa nyaman, tetapi setelah satu jam bermain tangan mulai pegal? Rasanya pasti mengganggu.

Padahal, kenyamanan adalah salah satu faktor terpenting saat memilih gamepad.

Untungnya, Fantech WGP13S mencoba menjawab masalah tersebut.

Tidak hanya menawarkan spesifikasi menarik seperti Hall Effect joystick, 1000 Hz polling rate, dan konektivitas multi-platform, gamepad ini juga hadir dengan desain ergonomis yang cocok digunakan dalam sesi bermain panjang.

Namun, apakah desain yang nyaman benar-benar membuat pengalaman bermain menjadi lebih baik?

Mari kita bahas lebih dalam.

Fantech WGP13S: Review Gamepad Wireless untuk PC, Android, dan Nintendo Switch dari Sisi Desain

Kalau melihat sekilas, desain Fantech WGP13S memang mengingatkan pada controller Xbox modern. Tetapi jangan salah. Fantech tidak sekadar meniru bentuknya.

Ada beberapa sentuhan yang membuat gamepad ini terasa lebih premium dibanding harga yang ditawarkan.

Pertama adalah bentuk grip yang cukup tebal. Saat digenggam, telapak tangan terasa penuh sehingga beban tidak hanya bertumpu pada jari.

Hasilnya?

Tangan tidak cepat lelah meskipun digunakan bermain selama dua atau tiga jam.

Hal sederhana seperti ini sering diabaikan banyak orang.

Padahal gamer RPG, simulator, hingga game open world biasanya menghabiskan waktu bermain jauh lebih lama dibanding pemain casual.

Baca Juga: NVIDIA 2026: Mengenal Vera Rubin dan Generasi Baru AI

Material yang Tidak Terasa Murahan

Berikut penjelasan material Fantech WGP13S Shooter III.

Aspek Desain

Penjelasan

Manfaat Saat Bermain

Finishing Permukaan

Fantech WGP13S menggunakan finishing matte dibanding plastik glossy yang umum ditemukan pada gamepad murah.

Tampilan lebih premium dan tidak mudah terlihat kotor oleh sidik jari.

Tekstur Grip

Pegangan dilengkapi tekstur halus (grippy textured surface) yang dirancang agar controller tidak mudah tergelincir saat digunakan.

Memberikan genggaman lebih mantap, terutama ketika bermain dalam waktu lama.

Sidik Jari

Permukaan matte tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari seperti material glossy.

Controller tetap terlihat bersih meski sering digunakan.

Kenyamanan di Tangan

Tekstur tidak terasa kasar, namun cukup memberikan friksi agar controller nyaman digenggam.

Mengurangi rasa licin ketika telapak tangan mulai berkeringat.

Kontrol Saat Bermain

Grip yang lebih baik membantu menjaga kestabilan controller ketika melakukan gerakan cepat.

Sangat membantu pada game balapan, FPS, atau action yang membutuhkan respon cepat.

Kesan Material

Walaupun masuk kategori gamepad terjangkau, kombinasi finishing matte dan tekstur grip membuat WGP13S terasa lebih berkualitas dibanding banyak kompetitor di kelas harga yang sama.

Memberikan kesan produk yang lebih kokoh dan premium saat pertama kali digenggam.

Nilai Tambah

Detail kecil seperti tekstur permukaan sering kali luput dari perhatian, tetapi sangat memengaruhi pengalaman penggunaan sehari-hari.

Pengguna dapat bermain lebih nyaman tanpa harus sering mengubah posisi genggaman.

Fantech WGP13S: Layout Tombol yang Familiar

Salah satu kelebihan terbesar gamepad ini adalah kurva adaptasinya hampir nol.

Begitu pertama kali menggenggamnya, posisi tombol terasa sangat natural.

Artinya?

Jika sebelumnya Anda menggunakan controller Xbox atau gamepad PC modern lainnya, kemungkinan besar tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.

Berikut tabel penjelasan lengkapnya.

Bagian Desain

Penjelasan

Manfaat Saat Bermain

Layout Bergaya Xbox

Fantech WGP13S menggunakan layout tombol bergaya Xbox yang sudah familiar bagi sebagian besar gamer PC modern. Posisi tombol dibuat ergonomis sehingga proses adaptasi hampir tidak terasa.

Pengguna yang sebelumnya memakai controller Xbox atau gamepad PC tidak perlu belajar ulang posisi tombol.

Analog Kiri (Left Stick)

Ditempatkan di bagian kiri atas sehingga ibu jari dapat menjangkaunya dengan nyaman. Posisi ini ideal untuk mengontrol pergerakan karakter di berbagai genre game.

Memudahkan navigasi karakter saat bermain RPG, FPS, maupun open-world seperti Elden Ring

.

Analog Kanan (Right Stick)

Berada di sisi kanan bawah sesuai standar Xbox Layout. Digunakan untuk mengontrol kamera atau arah pandang. WGP13S juga menggunakan Hall Effect Thumbstick untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi risiko stick drift.

Kamera terasa lebih presisi ketika melakukan aiming atau mengatur sudut pandang dengan cepat.

D-Pad

Diletakkan tepat di bawah analog kiri sehingga tetap mudah dijangkau tanpa mengubah posisi genggaman secara drastis.

Nyaman untuk game fighting, platformer, hingga navigasi menu game.

Trigger (LT & RT)

Trigger berada di bagian atas belakang dengan desain melengkung mengikuti posisi jari telunjuk. Menggunakan Hall Effect Trigger sehingga input lebih konsisten.

Memberikan kontrol gas dan rem yang lebih halus di game balap atau respons tembakan yang cepat pada game FPS.

Shoulder Button (LB & RB)

Posisi shoulder button sejajar dengan trigger sehingga perpindahan jari terasa natural. Tombol cukup mudah ditekan tanpa membutuhkan tenaga berlebih.

Memudahkan penggunaan skill, pergantian senjata, atau kombinasi tombol saat bermain kompetitif.

Face Button (A, B, X, Y)

Jarak antar tombol dibuat proporsional sehingga nyaman ditekan secara cepat maupun berulang. Menggunakan tombol membran dengan karakter klik yang responsif.

Cocok untuk game action, olahraga, hingga rhythm game yang membutuhkan input cepat.

Ergonomi Keseluruhan

Seluruh tombol berada dalam jangkauan ibu jari dan telunjuk tanpa perlu mengubah posisi tangan secara berlebihan. Hal ini membuat controller terasa natural sejak pertama digunakan.

Mengurangi rasa lelah saat bermain dalam waktu lama sekaligus meningkatkan konsistensi kontrol pada pertandingan kompetitif.

Fantech WGP13S: Analog Hall Effect Menjadi Nilai Tambah Besar

Kalau mengikuti perkembangan dunia gaming, Anda mungkin sering mendengar istilah stick drift.

Masalah ini menjadi momok hampir semua pengguna controller.

Analog tiba-tiba bergerak sendiri. Karakter berjalan tanpa disentuh.

Kamera berputar sendiri. Menyebalkan, kan?

Tentu saja.

Nah, Fantech WGP13S menggunakan Hall Effect Analog Stick.

Teknologi ini bekerja menggunakan sensor magnet sehingga tidak mengandalkan gesekan fisik seperti analog konvensional.

Keuntungannya cukup banyak.

  • Lebih presisi
  • Lebih awet
  • Risiko stick drift jauh lebih kecil
  • Respon lebih konsisten

Tidak heran jika saat ini Hall Effect mulai menjadi standar baru pada gamepad modern.

Fantech WGP13S: Trigger Hall Effect Membuat Kontrol Lebih Presisi

Bukan hanya analog. Trigger kiri dan kanan juga menggunakan Hall Effect.

Apa bedanya?

Bayangkan Anda bermain game balapan.

Saat memasuki tikungan tajam, Anda tentu tidak selalu menekan gas penuh. Kadang hanya perlu setengah tekanan. Kadang seperempat.

Dengan Hall Effect Trigger, tingkat tekanan menjadi jauh lebih akurat.

Pada game seperti:

  • Forza Horizon
  • Assetto Corsa
  • F1 Series

Perbedaan kecil seperti ini bisa membuat mobil lebih stabil saat keluar tikungan.

Bahkan beberapa pengguna komunitas juga mengapresiasi akurasi trigger meskipun ada yang merasa resistansinya sedikit ringan untuk game balap tertentu.

Fantech WGP13S: Polling Rate 1000 Hz

Mari membahas salah satu spesifikasi yang sering menjadi bahan promosi yaitu 1000 Hz Polling Rate.

Angka ini sebenarnya berarti apa?

Polling rate menunjukkan seberapa sering controller mengirim data ke perangkat. Semakin tinggi polling rate, semakin cepat perangkat menerima input.

1000 Hz berarti controller mengirim data hingga 1000 kali setiap detik.

Bagaimana dalam praktiknya?

Input delay menjadi sangat rendah. Terutama ketika digunakan melalui koneksi 2.4 GHz maupun kabel.

Apakah semua orang bisa merasakan bedanya? Untuk game santai mungkin tidak terlalu terasa.

Tetapi pada game kompetitif seperti:

  • Rocket League
  • EA Sports FC
  • Street Fighter
  • Tekken
  • Call of Duty

Respons yang lebih cepat tentu memberikan pengalaman bermain yang lebih menyenangkan.

Fantech WGP13S: Dual Dongle yang Jarang Dimiliki Kompetitor

Salah satu fitur yang paling menarik justru bukan berasal dari analog, melainkan konektivitas.

Fantech memberikan:

  • Dongle USB-A
  • Dongle USB-C

Kenapa ini penting? Karena pengguna tidak perlu membeli adapter tambahan.

Misalnya:

  • Laptop modern menggunakan USB-C.
  • Desktop masih menggunakan USB-A.
  • Smartphone Android juga memakai USB-C.
  • Nintendo Switch mendukung USB-C.

Artinya? Satu controller dapat berpindah perangkat dengan jauh lebih praktis.

Fitur sederhana seperti ini ternyata sangat membantu aktivitas gaming sehari-hari.

Fantech WGP13S: Bermain di Android Jadi Lebih Menyenangkan

Mobile gaming semakin berkembang. Banyak game sekarang sudah mendukung controller.

Contohnya:

  • Genshin Impact
  • Honkai: Star Rail
  • Wuthering Waves
  • Dead Cells
  • GRID Autosport

Menggunakan layar sentuh memang praktis.

Tetapi untuk game dengan kontrol kompleks, controller tetap jauh lebih nyaman.

Dengan koneksi wireless 2.4 GHz maupun USB-C, pengalaman bermain terasa lebih responsif dibanding mengandalkan kontrol virtual di layar.

Fantech WGP13S, Bermain di Android Jadi Lebih Menyenangkan

Bagaimana Pengalaman Bermain di Nintendo Switch?

Bagi pengguna Nintendo Switch, WGP13S juga membawa beberapa fitur menarik.

Salah satunya adalah Motion Sensor (Gyroscope).

Fitur ini memungkinkan kontrol gerakan pada game yang mendukung gyro.

Misalnya:

  • Splatoon
  • Zelda
  • Mario Kart

Kontrol menjadi lebih natural.

Bahkan setelah pembaruan firmware, beberapa pengguna melaporkan gyro juga dapat digunakan pada mode XInput sehingga fleksibilitasnya semakin meningkat.

Fantech WGP13S: Fitur yang Jarang Ditemukan di Kelas Harganya

Ketika mencari gamepad di kisaran harga Rp300 ribuan, ekspektasi kebanyakan orang biasanya sederhana.

Yang penting bisa dipakai, yang penting tombolnya berfungsi. yang penting tidak cepat rusak.

Namun, Fantech WGP13S mencoba memberikan sesuatu yang lebih.

Alih-alih hanya menjadi gamepad murah, perangkat ini membawa sejumlah fitur yang biasanya ditemukan pada controller dengan harga lebih tinggi, seperti Hall Effect stick dan trigger, 1000 Hz polling rate, 12 tombol yang dapat diprogram, hingga gyro sensor.

Kombinasi inilah yang membuatnya menarik bagi gamer kasual maupun kompetitif.

Fantech WGP13S: Review Gamepad Wireless untuk PC, Android, dan Nintendo Switch Saat Digunakan Bermain Berjam-jam

Sebuah gamepad mungkin terasa nyaman selama lima menit pertama.

Tetapi bagaimana setelah dua jam?

Inilah ujian sebenarnya. Dalam penggunaan jangka panjang, beberapa aspek mulai terasa penting.

Misalnya bobot:

WGP13S memiliki bobot yang cukup seimbang. Tidak terlalu ringan sehingga terasa seperti mainan.

Namun juga tidak terlalu berat hingga membuat pergelangan tangan cepat lelah. Grip belakang yang bertekstur membantu menjaga pegangan tetap stabil.

Pernah mengalami controller hampir terlepas karena tangan mulai berkeringat?

Masalah seperti itu jauh berkurang berkat finishing matte yang digunakan Fantech.

Fantech WGP13S: Review Gamepad Wireless untuk PC, Android, dan Nintendo Switch Saat Digunakan Bermain Berjam-jam

Tombol Face Button Terasa Responsif

Sebagian gamer menganggap face button hanyalah tombol biasa. Padahal tidak sesederhana itu.

Respons tombol sangat memengaruhi pengalaman bermain.

Apalagi untuk game seperti:

  • Hades
  • Hollow Knight
  • Street Fighter
  • Tekken
  • Dead Cells

Pada WGP13S, tombol menggunakan tipe membran yang terasa cukup clicky. Walaupun bukan mechanical switch, banyak pengguna menilai sensasi tekanannya tetap memuaskan dan responsif untuk berbagai genre permainan.

Fantech WGP13S: D-Pad untuk Fighting Game dan Platformer

D-Pad sering menjadi bagian yang diabaikan saat membeli controller.

Padahal bagi penggemar game fighting, D-Pad adalah “senjata utama”.

Untungnya, D-Pad pada WGP13S memberikan umpan balik yang cukup jelas.

Perpindahan arah terasa presisi. Input diagonal juga relatif mudah dilakukan. Hal ini membuat kombo pada game fighting terasa lebih konsisten.

Beberapa pengguna komunitas bahkan menyebut D-Pad WGP13S cukup baik untuk genre fighting, sesuatu yang jarang ditemukan pada controller entry-level.

Fantech WGP13S: Macro yang Membantu Produktivitas Gaming

Bukan hanya gamer kompetitif yang memanfaatkan macro.

Pemain game RPG juga bisa memperoleh keuntungan. Misalnya ketika harus melakukan kombinasi tombol yang sama berulang kali.

Dengan fitur Timed Macro, beberapa kombinasi input dapat direkam sehingga aktivitas yang repetitif menjadi lebih praktis. Controller ini juga menyediakan hingga 12 tombol yang dapat diprogram, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna.

Tentu saja, penggunaan macro tetap harus memperhatikan aturan setiap game.

Beberapa game online melarang penggunaan macro tertentu. Karena itu, gunakan fitur ini secara bijak.

Fantech WGP13S: Macro yang Membantu Produktivitas Gaming

Fantech WGP13S: Getaran yang Bisa Disesuaikan

Tidak semua orang menyukai efek getaran. Sebagian gamer merasa immersion meningkat. Sebagian lagi justru memilih mematikannya.

Kabar baiknya, WGP13S menyediakan empat tingkat intensitas getaran. Jadi Anda bisa menyesuaikannya sesuai preferensi.

Saat bermain game balapan, getaran membantu memberikan sensasi ketika mobil melewati jalan bergelombang.

Saat bermain game aksi, ledakan terasa lebih hidup.

Namun ketika bermain santai di malam hari, intensitas getaran bisa diturunkan agar lebih nyaman.

Fantech WGP13S: Hingga 20 Jam, Perlu Sering Mengisi?

Pertanyaan ini sering muncul.

“Kalau wireless, apakah baterainya cepat habis?”

Pada WGP13S, Fantech membekali baterai 600 mAh dengan klaim penggunaan hingga 20 jam dalam sekali pengisian, tergantung tingkat getaran, jenis koneksi, dan pola penggunaan.

Artinya, bagi kebanyakan pengguna:

  • Bermain 2 jam per hari berarti baterai dapat bertahan beberapa hari.
  • Bermain intensif saat akhir pekan pun umumnya masih cukup tanpa perlu terus-menerus mencari charger.

Selain itu, gamepad juga dapat digunakan melalui kabel USB-C ketika baterai habis.

Jadi sesi bermain tidak harus berhenti.

Fantech WGP13S: Konektivitas yang Fleksibel untuk Berbagai Perangkat

Salah satu alasan mengapa WGP13S menarik adalah fleksibilitasnya.

Gamepad ini mendukung berbagai perangkat, antara lain:

Perangkat

Dukungan

PC Windows

Baik

Laptop

Baik

Android

Baik

Nintendo Switch

Baik

PS3

Baik

Konektivitas dilakukan melalui StrikeSpeed Wireless 2.4 GHz atau kabel USB-C, sementara paket penjualannya sudah menyertakan dongle USB-A dan USB-C sehingga lebih praktis digunakan pada perangkat lama maupun modern.

Apakah WGP13S Cocok untuk Gamer Kompetitif?

Jawabannya tergantung kebutuhan.

Jika Anda mengikuti turnamen esports profesional dengan standar khusus, mungkin akan mempertimbangkan controller premium yang harganya beberapa kali lipat lebih mahal.

Namun untuk mayoritas gamer, WGP13S sudah menawarkan kombinasi yang sangat menarik:

  • Input responsif.
  • Polling rate tinggi.
  • Hall Effect stick dan trigger.
  • Dukungan multi-platform.
  • Gyroscope.
  • Macro.
  • Getaran yang dapat disesuaikan.
  • Baterai tahan lama.

Di kelas harganya, paket fitur tersebut sulit diabaikan. Bahkan di komunitas gaming Indonesia, WGP13S kerap direkomendasikan sebagai salah satu pilihan terbaik di kisaran Rp200–300 ribuan karena menawarkan fitur lengkap tanpa menguras dompet.

Fantech WGP13S: Review Gamepad Wireless untuk PC, Android, dan Nintendo Switch vs Kompetitor

Persaingan gamepad saat ini jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu.

Dulu pilihannya mungkin hanya Logitech atau controller bawaan konsol.

Sekarang?

  • Ada Gamesir.
  • Ada 8BitDo.
  • Ada Flydigi.
  • Ada Rexus.
  • Ada PXN.
  • Dan tentu saja, Fantech.

Lalu muncul pertanyaan yang cukup menarik yaitu “Apakah Fantech WGP13S masih layak dipilih di tengah banyaknya kompetitor tersebut?”

Jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”.

Semuanya kembali pada kebutuhan, anggaran, dan fitur yang benar-benar Anda gunakan.

Fantech WGP13S: Review Gamepad Wireless untuk PC, Android, dan Nintendo Switch vs Kompetitor

Jika Budget Terbatas, WGP13S Memberikan Value yang Sangat Baik

Tidak semua orang ingin mengeluarkan Rp700 ribu hingga Rp1 juta hanya untuk membeli gamepad.

Sebagian gamer hanya membutuhkan controller yang:

  • nyaman digenggam,
  • responsif,
  • tahan lama,
  • dan bisa dipakai di banyak perangkat.

Di sinilah WGP13S menjadi menarik.

Dengan harga yang berada di kisaran Rp275 ribuan di sejumlah distributor, pengguna sudah mendapatkan Hall Effect stick dan trigger, koneksi 2.4 GHz, motion sensor, timed macro, serta dukungan multi-platform. Paket fitur ini tergolong kompetitif untuk kelas harganya.

Fantech WGP13S Dibandingkan Gamesir

Gamesir dikenal sebagai salah satu merek yang fokus mengembangkan controller.

Bahkan banyak gamer kompetitif menggunakan produknya.

Apa kelebihannya?

  • Software lebih matang.
  • Pilihan model lebih banyak.
  • Build quality umumnya konsisten.
  • Kalibrasi analog sangat baik.

Namun konsekuensinya juga ada.

Harga Gamesir biasanya lebih tinggi.

Kalau Anda memang mengejar fitur premium dan tidak keberatan menambah anggaran, Gamesir layak dipertimbangkan.

Sebaliknya, jika mencari keseimbangan antara harga dan fitur, WGP13S menawarkan nilai yang sangat menarik.

Di berbagai diskusi komunitas, Gamesir memang sering menjadi rekomendasi utama untuk pengguna yang bersedia membayar lebih, sementara Fantech tetap dianggap menarik di kelas budget karena fiturnya lengkap.

Fantech WGP13S Dibandingkan 8BitDo

Nama 8BitDo hampir selalu muncul ketika membahas controller berkualitas.

Alasannya sederhana yaitu build quality mereka terkenal sangat baik. Bahkan ada pengguna yang menyebut kualitas fisiknya “setara first-party controller”.

Namun lagi-lagi ada kompromi.

Harga beberapa model 8BitDo Ultimate berada cukup jauh di atas WGP13S.

Apakah layak? Ya.

Apakah semua orang membutuhkannya? Belum tentu.

Jika penggunaan Anda lebih banyak untuk:

  • bermain EA Sports FC,
  • Genshin Impact,
  • Forza Horizon,
  • Wuthering Waves,
  • game indie,
  • emulator,

WGP13S sudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut dengan baik.

Fantech WGP13S Dibandingkan 8BitDo

Fantech WGP13S Dibandingkan Rexus

Rexus memiliki beberapa pilihan controller menarik di kelas harga yang sama.

Namun WGP13S unggul pada beberapa aspek penting.

Misalnya:

  • Hall Effect joystick.
  • Hall Effect trigger.
  • Polling rate tinggi.
  • Gyroscope.
  • Dual USB dongle.

Artinya, dari sisi spesifikasi murni, WGP13S menawarkan paket fitur yang cukup agresif.

Pengalaman Setelah Digunakan Selama Beberapa Minggu

Review singkat sering kali hanya menunjukkan kesan pertama.

Padahal yang lebih penting adalah pengalaman jangka panjang. Setelah digunakan beberapa minggu, beberapa hal mulai terlihat.

Yang paling terasa adalah

  • konsistensi analog.
  • Hall Effect memang menunjukkan kelebihannya.
  • Gerakan tetap terasa stabil.
  • Deadzone minim.
  • Tidak muncul gejala stick drift seperti yang sering dikhawatirkan pada analog konvensional.
  • Selain itu, tombol juga masih terasa konsisten.

Tidak ada perubahan signifikan pada respons trigger maupun face button.

Tentu ketahanan jangka panjang tetap dipengaruhi cara penggunaan, tetapi teknologi Hall Effect memang dirancang untuk mengurangi keausan mekanis dibanding sensor analog tradisional.

Siapa yang Cocok Membeli Fantech WGP13S?

Menariknya, gamepad ini tidak hanya ditujukan untuk satu jenis gamer.

Justru ada beberapa kelompok pengguna yang kemungkinan besar akan merasa puas.

1. Gamer PC

Jika mayoritas waktu bermain Anda ada di Steam, Epic Games Store, atau Xbox Game Pass PC, WGP13S menjadi pilihan yang logis.

Layout bergaya Xbox membuat kompatibilitas dengan banyak game menjadi lebih praktis.

2. Gamer Android

Semakin banyak game Android mendukung controller.

Menggunakan analog fisik jelas memberikan pengalaman yang lebih nyaman dibanding tombol virtual di layar.

3. Pengguna Nintendo Switch

Dukungan motion sensor membuat pengalaman bermain beberapa game Switch terasa lebih natural.

Ini menjadi nilai tambah dibanding controller murah yang tidak memiliki fitur tersebut.

4. Mahasiswa

Ingin bermain setelah kuliah tanpa menghabiskan banyak uang?

WGP13S menawarkan keseimbangan yang menarik antara harga, fitur, dan kenyamanan.

5. Gamer Kasual

Tidak semua orang bermain secara kompetitif.

Sebagian hanya ingin bersantai setelah bekerja.

Dalam skenario seperti ini, fitur-fitur WGP13S sudah lebih dari cukup.

Siapa yang Cocok Membeli Fantech WGP13S?

Kelebihan Fantech WGP13S

Setelah membahas berbagai aspek, berikut poin-poin yang paling menonjol.

Kelebihan

  • Hall Effect joystick yang membantu mengurangi risiko stick drift.
  • Hall Effect trigger dengan kontrol yang lebih presisi.
  • Polling rate hingga 1000 Hz untuk input yang responsif.
  • Grip ergonomis dan nyaman digunakan dalam sesi panjang.
  • Mendukung PC, Android, Nintendo Switch, dan PS3.
  • Motion sensor (gyro).
  • Timed macro dan tombol yang dapat diprogram.
  • Getaran dapat diatur sesuai preferensi.
  • Baterai hingga sekitar 20 jam penggunaan.
  • Sudah termasuk dongle USB-A dan USB-C.

Kekurangan Fantech WGP13S

Tidak ada produk yang benar-benar sempurna.

Beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan antara lain:

  • Belum mendukung Bluetooth pada model ini, sehingga koneksi nirkabel mengandalkan 2.4 GHz.
  • Tidak memiliki charging dock bawaan.
  • Software kustomisasi belum selengkap merek yang memang berfokus pada controller premium.
  • Pengalaman kualitas kontrol (QC) bisa berbeda antar unit, sebagaimana juga dibahas oleh sebagian pengguna di komunitas.

Apakah Fantech WGP13S Layak Dibeli?

Jika pertanyaannya adalah: “Apakah ini controller terbaik di dunia?”

Jawabannya tentu bukan.

Namun jika pertanyaannya berubah menjadi: “Apakah ini salah satu gamepad dengan value terbaik di kelas harganya?”

Jawabannya jauh lebih mendekati ya.

Fantech berhasil menggabungkan fitur-fitur modern seperti Hall Effect stick, Hall Effect trigger, polling rate tinggi, motion sensor, macro, serta kompatibilitas multi-platform ke dalam satu produk dengan harga yang masih ramah di kantong.

Untuk gamer yang ingin naik kelas dari controller generik tanpa harus mengeluarkan biaya besar, WGP13S menawarkan paket yang sulit diabaikan.

Nah, setelah mengulas hampir seluruh aspek, mulai dari desain, kenyamanan, kualitas tombol, Hall Effect stick, Hall Effect trigger, polling rate, kompatibilitas, hingga pengalaman penggunaan sehari-hari, satu hal menjadi cukup jelas.

Fantech WGP13S bukan sekadar gamepad murah yang “cukup bagus”.

Sebaliknya, produk ini berhasil menghadirkan kombinasi fitur modern yang biasanya hanya ditemukan pada controller dengan harga lebih tinggi.

Coba bayangkan, beberapa tahun lalu, mendapatkan gamepad dengan Hall Effect stick saja sudah tergolong mewah.

Sekarang?

Fantech menghadirkan:

  • Hall Effect Stick
  • Hall Effect Trigger
  • Polling Rate 1000 Hz
  • Motion Sensor (Gyroscope)
  • Timed Macro
  • 12 tombol yang dapat diprogram
  • StrikeSpeed Wireless 2.4 GHz
  • Dual USB-A & USB-C Receiver
  • Baterai hingga sekitar 20 jam
  • Dukungan untuk Windows, Android, Nintendo Switch, PS3, bahkan PS4 melalui pembaruan firmware tertentu.

Melihat daftar tersebut, sulit untuk tidak terkesan.

Apalagi jika mengingat harganya yang masih berada di kelas entry-level hingga menengah.

Bagaimana nilai terbaik yang ada pada kombinasi fitur dan harga?

Sebelumnya, apakah ada controller yang lebih bagus?

Tentu ada.

Produk seperti 8BitDo Ultimate, Flydigi Apex, atau beberapa controller premium dari GameSir menawarkan fitur yang lebih lengkap.

Namun semuanya juga dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Di sinilah WGP13S menemukan posisi yang sangat menarik.

Ia tidak mencoba menjadi controller paling premium. Ia juga tidak mencoba menjadi produk termurah. Sebaliknya, Fantech memilih menawarkan value for money.

Dan menurut banyak pengguna, strategi tersebut berhasil. Komunitas juga mengapresiasi performa analog, D-Pad, dan fitur gyro setelah pembaruan firmware, meski ada beberapa catatan kecil seperti trigger yang terasa ringan untuk game balap dan software yang masih bisa disempurnakan.

Siapa yang Paling Direkomendasikan Membeli WGP13S?

Gamepad ini sangat cocok untuk:

  • Gamer PC yang aktif bermain di Steam atau Epic Games Store.
  • Pengguna Android yang ingin pengalaman bermain lebih nyaman daripada kontrol layar sentuh.
  • Pemilik Nintendo Switch yang membutuhkan controller alternatif dengan gyro.
  • Mahasiswa dan pelajar yang mencari controller berkualitas tanpa menghabiskan banyak anggaran.
  • Gamer kasual maupun semi-kompetitif yang menginginkan fitur modern dengan harga terjangkau.

Sebaliknya, jika Anda adalah pemain esports profesional yang membutuhkan software sangat lengkap, profil kustom tingkat lanjut, atau fitur premium lainnya, controller kelas flagship mungkin masih menjadi pilihan yang lebih tepat.

FAQ

1. Apakah Fantech WGP13S cocok untuk bermain game kompetitif?

Ya. Polling rate hingga 1000 Hz, Hall Effect stick, dan Hall Effect trigger membuat input terasa cepat dan presisi. Untuk game seperti EA Sports FC, Rocket League, Tekken, atau Street Fighter, performanya sudah sangat memadai di kelas harganya.

2. Apakah Fantech WGP13S mengalami masalah stick drift?

Tidak ada controller yang benar-benar kebal terhadap kerusakan, tetapi penggunaan sensor Hall Effect secara signifikan mengurangi risiko stick drift karena tidak bergantung pada kontak fisik seperti potensiometer konvensional.

3. Bisakah Fantech WGP13S digunakan di Android?

Bisa.

Controller ini mendukung Android menggunakan koneksi StrikeSpeed Wireless 2.4 GHz maupun kabel USB-C sehingga cocok untuk berbagai game yang mendukung gamepad.

4. Apakah WGP13S mendukung Nintendo Switch?

Ya. Selain kompatibel dengan Nintendo Switch, controller ini juga dilengkapi motion sensor (gyro) sehingga dapat digunakan pada game yang memanfaatkan kontrol gerakan.

5. Berapa lama daya tahan baterai Fantech WGP13S?

Fantech mengklaim baterai 600 mAh pada WGP13S mampu bertahan hingga sekitar 20 jam penggunaan, tergantung tingkat getaran, metode koneksi, dan intensitas bermain.

6. Apakah Fantech WGP13S memiliki software untuk pengaturan?

Ya. Fantech menyediakan software resmi untuk pengaturan fungsi tertentu seperti pemetaan tombol, pembaruan firmware, dan konfigurasi fitur. Untuk beberapa proses konfigurasi atau update, controller perlu dihubungkan menggunakan kabel USB.

7. Apakah controller ini mendukung mode kabel?

Tentu. Selain mode StrikeSpeed Wireless 2.4 GHz, WGP13S juga dapat digunakan melalui kabel USB-C. Ini berguna ketika baterai habis atau saat ingin melakukan pembaruan firmware.

8. Apakah Fantech WGP13S layak dibeli pada tahun 2026?

Masih sangat layak. Dengan kombinasi Hall Effect stick dan trigger, polling rate 1000 Hz, gyro, macro, serta kompatibilitas multi-platform, WGP13S tetap menjadi salah satu rekomendasi terbaik bagi pengguna yang menginginkan gamepad modern dengan harga yang kompetitif.